🌙 Malam Keempat Ramadhan: Menjaga Lisan dan Hati dari Keburukan

Khazanah

Pendahuluan

Malam keempat Ramadhan telah tiba. Suasana Ramadhan masih terasa hangat, namun saya mulai menyadari sesuatu: Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan hausnya.” (HR. Bukhari)

Betapa seringnya selama ini puasa hanya sebatas menahan makan, tetapi lisan tetap dibiarkan berbicara tanpa kendali. Sering kali gosip, perdebatan sia-sia, dan kata-kata yang menyakiti orang lain masih keluar tanpa disadari.

Jika puasa tidak membuat hati dan lisan lebih terjaga, apakah puasa saya hanya sebatas ritual fisik?

Tadabur Al-Qur’an: QS. Al-Ahzab Ayat 70-71

Malam ini, saya membaca firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 70-71:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu…”

Dari ayat ini, saya memahami bahwa perkataan bukan hanya sekadar kata-kata kosong, tetapi cerminan hati.

Refleksi Malam Keempat Ramadhan

✅ Apakah selama ini puasa saya benar-benar melatihku untuk menjaga lisan?

✅ Seberapa sering saya berkata tanpa berpikir apakah itu baik atau buruk?

✅ Bagaimana caranya agar lisan ini hanya mengeluarkan kata-kata yang mendatangkan pahala, bukan dosa?

Malam ini, saat duduk dalam dzikir setelah tarawih, saya merasakan betapa pentingnya menjaga hati dan lisan. Betapa banyak waktu yang terbuang dengan percakapan yang tidak membawa manfaat.

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saya pun berdoa:

Ya Allah, jaga lisanku agar hanya mengucapkan yang baik. Jauhkan aku dari perkataan sia-sia, dusta, dan menyakiti orang lain.

Ya Allah, jadikan puasaku bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan hati dan lisan dari keburukan.

 Ya Allah, tuntunlah aku agar setiap kata yang keluar dari mulut ini menjadi sebab datangnya ridha-Mu, bukan murka-Mu.

Aamiin YRA

Ramadhan bukan hanya tentang menahan makan dan minum, tetapi juga tentang menjaga hati dan lisan. Malam ini, saya berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *