Penguatan Center of Excellence sebagai Pusat Karakter dan Kompetensi: Hermanto Dardak & Abdul Qoyum Center of Excelent

1. Pendahuluan Profesi insinyur sipil berada di garis depan pembangunan peradaban. Di era disrupsi, tuntutan terhadap profesionalisme, adaptabilitas teknologi, dan kontribusi strategis insinyur sipil kian kompleks. Dalam konteks ini, pembentukan Hermanto Dardak & Ahmad Qoyum Center of Excellence (DQ CoE) oleh BKS PII bukan sekadar institusi, melainkan inisiatif strategis untuk menjawab tantangan penguatan karakter dan […]

Continue Reading

Menguatkan Profesi Insinyur Sipil: Enam Pilar, Satu Visi Peradaban

Pendahuluan Profesi insinyur sipil memainkan peran strategis dalam membangun fondasi peradaban dan menjawab tantangan pembangunan nasional. Di tengah era disrupsi dan transformasi global, penguatan peran ini tidak hanya menjadi kebutuhan teknis, tetapi juga mandat strategis demi keberlanjutan bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII)—melalui rekomendasi kepengurusan 2022–2025—telah merumuskan enam pilar […]

Continue Reading

STRI dan Nasib Lulusan Teknik Kita

Legalitas Profesi atau Beban Tambahan? Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, profesi insinyur di Indonesia diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang diterbitkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Tujuannya adalah menjamin standar kompetensi dan etika profesi dalam praktik keinsinyuran. Namun dalam praktiknya, regulasi ini justru menimbulkan keresahan, terutama bagi lulusan teknik […]

Continue Reading

Saatnya Menata Ulang Profesi Insinyur yang Membentuk Peradaban

Profesi yang Tak Boleh Diabaikan Setiap infrastruktur yang menunjang kehidupan modern—mulai dari jalan tol, jembatan, hingga gedung pencakar langit—merupakan hasil karya insinyur sipil. Peran mereka krusial dalam menopang pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, dalam Rapat Kerja Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rakernas PII) pada November 2024 di Bali, Prof. ATM menyampaikan realitas yang […]

Continue Reading

“Di Balik Gelar Teknik: Mengapa Hanya Sedikit yang Jadi Insinyur?”

Denpasar, 20 November 2024 – Saat matahari mulai naik di langit Bali, puluhan tokoh Insinyur dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII). Di tengah diskusi yang sarat data dan strategi, sebuah presentasi dari Prof. ATM menyita perhatian: “Kita punya ribuan lulusan teknik sipil tiap tahun, tapi mengapa hanya segelintir yang […]

Continue Reading

Profesional Tapi Belum Resmi: Sertifikasi Insinyur dan Jalan Panjang Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Di balik pesatnya pembangunan dan pertumbuhan industri nasional, Indonesia menyimpan tantangan serius di bidang keinsinyuran. Hingga kini, dari sekitar 1 juta insinyur aktif, hanya 1% atau sekitar 10.000 orang yang telah tersertifikasi resmi sebagai Insinyur Profesional (Ir.), sesuai amanat Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Artinya, sebagian besar tenaga teknik yang bekerja […]

Continue Reading

Profesionalisme Insinyur: Bukan Sekadar Gelar, tetapi Legalitas Praktik

Pendahuluan Profesi insinyur memegang peran yang sangat penting dalam membangun masa depan Indonesia. Dari pembangunan jalan, jembatan, bendungan, dan jaringan energi, hingga pengembangan transportasi dan industri manufaktur, insinyur hadir sebagai penggerak kemajuan teknologi dan infrastruktur nasional. Di balik karya-karya besar yang menopang pertumbuhan ekonomi, ada peran insinyur yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab […]

Continue Reading