Tidak Selalu Sesuai Rencana, Tapi Selalu Sesuai Kehendak-Nya
Setiap perjalanan ke Tanah Suci selalu membawa kisah yang berbeda. Ada yang penuh kemudahan, ada yang penuh kejutan dan pembelajaran. Namun satu hal yang pasti: Allah tidak pernah salah dalam mengatur segala sesuatu.
Itulah pelajaran besar yang dialami oleh Dr. Subanji Sadeli, seorang praktisi dokter dan dokter spesialis THT yang berpraktek di Surabaya yang telah beberapa kali berangkat ke tanah suci untuk umrah dan haji. Dalam cerita pengalamannya, beliau menyaksikan langsung bagaimana Allah mengganti keraguan menjadi keyakinan, dan kesulitan menjadi kemudahan, ketika seseorang mampu bersabar, berikhlas, dan berprasangka baik.
Kisah Pertama: Dari Kecewa Menjadi Syukur
Saat umrah, Dr. Subanji ditempatkan di lantai 11 hotel—berbeda dengan mayoritas peserta lain yang berada di lantai bawah. Secara manusiawi, beliau sempat merasa ingin protes. Tapi rasa itu langsung lenyap ketika beliau membuka jendela kamarnya dan disuguhkan pemandangan luar biasa: langsung menghadap Masjidil Haram.

“Ternyata Allah tahu saya hobi memotret. Dari lantai 11, saya bisa mendapatkan gambar yang tidak semua orang bisa ambil,” kisahnya.
Hikmah: Terkadang, hal yang awalnya tidak kita sukai bisa menjadi nikmat yang besar jika kita sabar dan bersyukur. Berprasangka baik kepada Allah akan membuka banyak kejutan indah.
Kisah Kedua: Doa Anak yang Menjadi Jalan

Di kesempatan lain, Dr. Subanji nyaris gagal berangkat umrah karena dananya dalam bentuk deposito yang belum bisa dicairkan. Namun sang anak, Hanna, dengan penuh keyakinan berkata:
“Papa harus berangkat.”
Ucapan itu diiringi tangis dan ketulusan. Keyakinan sang anak justru menjadi pemantik semangat hingga akhirnya Allah mudahkan jalan dan Dr. Subanji pun berangkat ke Tanah Suci.
Hikmah: Doa dan dukungan anak bisa menjadi pembuka pintu rezeki. Ketaatan dan hubungan baik dalam keluarga, termasuk dengan anak-anak, bisa menghadirkan keberkahan yang tidak terduga.
Kisah Ketiga: Dari Bau Tidak Sedap ke Harum Tak Terlupa
Sebagai dokter dan pimpinan rombongan, Dr. Subanji pernah menghadapi situasi darurat: salah satu jamaah mengalami sakit perut parah dan tidak sempat ke toilet. Akibatnya, bus pun harus berhenti, dan beliau turun tangan langsung menangani situasi yang penuh ketidaknyamanan itu.
Namun, hanya beberapa saat setelah itu, ketika masuk ke area tawaf, ia mendapati dirinya dalam saf yang sama dengan seorang putri kerajaan Arab Saudi, yang mengenakan pakaian harum dan menenangkan.
“Saya baru saja mencium bau tak sedap, tapi kemudian Allah ganti dengan aroma yang begitu menenangkan. Subhanallah…”
Hikmah: Di balik kesabaran yang kita tunjukkan dalam kesulitan, ada kebaikan besar yang Allah siapkan.Jangan pernah menyesal berbuat baik, walau di saat sulit.
Kisah Keempat: Allah Mengatur Waktu Lebih Baik dari Perhitungan Manusia
Dalam kisah lain, Dr. Subanji dan dua orang jamaah harus terpisah dari rombongan karena kondisi darurat. Mereka menyusul ke Masjidil Haram dengan rute berbeda dan penuh tantangan. Namun ternyata, mereka justru lebih cepat dan bisa menyelesaikan tawaf dengan lancar, bahkan tanpa harus berdesak-desakan.
“Waktu kami selesai, rombongan utama baru tiba. Allah atur waktu kami lebih baik dari yang kami rencanakan sendiri.”
Hikmah: Manusia merencanakan, Allah menentukan. Dan yang Allah tentukan, pasti yang terbaik.
Rangkuman Hikmah dari Umrah Dr. Subanji
Dari seluruh kisah di atas, kita bisa mengambil beberapa pelajaran penting:
- Bersabarlah dalam proses; Jangan terburu-buru menyimpulkan takdir dari awal kejadian. Nikmati prosesnya, yakin pada hasil akhirnya.
- Berprasangka baik kepada Allah; Bahkan dalam ketidaknyamanan, ada maksud baik yang sedang Allah susun untuk kita.
- Jaga komunikasi dan dukungan dalam keluarga; Doa dan restu dari anak, pasangan, dan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran ibadah.
- Jalankan peran dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan; Seorang dokter sekaligus pemimpin rombongan tetap bisa beribadah maksimal jika diniatkan lillah.
Allah mengatur lebih indah dari yang kita kira; Kita merancang, Allah mengeksekusi. Dan hasil dari-Nya pasti lebih baik.
Jadikan Perjalanan Hidup Sebagai Ibadah
Kisah-kisah Dr. Subanji dalam ibadah umrah mengajarkan bahwa hidup adalah perjalanan ibadah, bukan hanya di Tanah Suci, tetapi juga dalam keseharian. Maka, jangan pernah ragu untuk:
- Berserah diri kepada Allah saat rencana tak sesuai harapan.
- Bersabar ketika ujian datang silih berganti.
- Ikhlas dalam menjalankan peran, sekecil apa pun itu.
- Dan selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah hidup.
Apakah Anda sedang menunggu sesuatu yang belum kunjung datang? Atau menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan
Maka, belajarlah dari pengalaman ini:
- Jangan cepat menyalahkan takdir.
- Jangan berhenti berdoa dan berprasangka baik.
- Dan jangan pernah lelah berbuat baik—karena Allah pasti melihat dan membalas semua usaha kita.
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhannya).” — QS. At-Thalaq: 3
✍️ Cerita ini semoga menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa dalam setiap kejadian ada pelajaran, dalam setiap ujian ada jalan, dan dalam setiap rencana Allah, ada kasih sayang yang tak terbatas. Jika artikel ini menginspirasi Anda, bantu sebarkan agar lebih banyak yang merasakan manfaatnya. Semoga kita semua dimudahkan untuk mengunjungi Tanah Suci. Aamiin.
