Apa yang Sering Terjadi? (What)
Sering kali saat kita menyampaikan ide—terutama yang kompleks—kita tergoda untuk mengatakannya sekaligus. Kita berharap orang lain langsung paham apa yang kita pikirkan dalam satu waktu. Namun, alih-alih dipahami, pesan kita justru membingungkan audiens.
Ilustrasi dari kreator visual @jaozolins menggambarkan dua pendekatan berbeda:
-
Di sisi kiri: orang menaiki tangga, menyampaikan satu hal dalam satu waktu
-
Di sisi kanan: orang mencoba melompat ke atas sekaligus—dan gagal
Pesannya sederhana tapi kuat: pemahaman dibangun secara bertahap, bukan dalam satu lontaran informasi. Prinsip ini berlaku dalam presentasi, mengajar, memberi arahan, hingga percakapan sehari-hari.
Mengapa Ini Penting? (Importance)
a. Pemahaman Bukan Transfer, Tapi Proses Bertahap
Otak memproses informasi secara sekuensial. Tanpa urutan logis, informasi mudah “mental” dan tidak tertangkap utuh.
b. Overload Membunuh Perhatian
Terlalu banyak informasi sekaligus membuat audiens kewalahan dan tidak fokus pada pesan utama.
c. Komunikasi Buruk Menyebabkan Miskonsepsi
Dalam kerja tim, komunikasi yang tidak terstruktur menyebabkan salah paham dan keputusan yang salah arah.
d. Fokus Hilang, Pesan Gagal
Ketika semuanya penting, tidak ada yang benar-benar menonjol. Pesan utama jadi tenggelam.
Strategi Menyampaikan Secara Bertahap (Strategy)
a. Bangun Struktur Naratif
Mulai dari konteks → masalah → solusi. Hindari langsung lompat ke kesimpulan tanpa “mengantar” audiens.
b. Satu Ide, Satu Paragraf atau Slide
Dalam presentasi atau penulisan, pastikan setiap bagian membawa satu pesan kunci.
c. Gunakan Pola Tangga: Logis dan Progresif
Sampaikan langkah demi langkah, misalnya dengan urutan waktu, sebab-akibat, atau angka (1, 2, 3).
d. Amati Reaksi Audiens
Jika audiens terlihat bingung, ulangi dengan bahasa lebih sederhana dan beri jeda sebelum lanjut.
e. Latih Kalimat Sederhana
Komunikator hebat bukan yang berbicara rumit, tapi yang membuat hal rumit jadi mudah dipahami.
Contoh Nyata: Tika Si Manajer Proyek (Example)
Tika, seorang manajer proyek, awalnya mencoba menjelaskan seluruh rencana transformasi digital tim dalam satu sesi—teknologi, sistem, SOP, semua sekaligus. Tim bingung, diskusi jadi tidak fokus.
Di pertemuan berikutnya, ia membaginya menjadi beberapa sesi:
-
Mengapa perubahan dibutuhkan
-
Apa sistem barunya
-
Dampak untuk tiap divisi
-
Rencana pelatihan dan implementasi
Dengan pendekatan bertahap, tim lebih paham, memberi masukan yang tepat, dan merasa lebih terlibat. Komunikasi Tika menjadi efektif karena disampaikan selangkah demi selangkah.
Penutup: Pemahaman Itu Dibangun, Bukan Dilempar
Komunikasi bukan tentang seberapa cepat kita bicara, tapi seberapa jauh orang lain bisa mengikuti. Sampaikan satu langkah pada satu waktu. Bangun jembatan logika dari pikiran Anda ke pikiran audiens, jangan hanya melempar informasi mentah.
Ingat, pemahaman yang kuat tidak dibangun dari satu lompatan besar, tapi dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan terstruktur.
Sumber visual: @jaozolins – ilustrasi ini menginspirasi gagasan tentang pentingnya menyusun komunikasi yang bertahap dalam menyampaikan ide.
