Menemukan Jalan Pulang: Kisah Hijrah Ustaz Yahya Waloni dari Pendeta ke Pendakwah

Hikmah Kehidupan

Pendahuluan

Hijrah adalah perjalanan spiritual menuju kebenaran dan kedekatan kepada Tuhan. Dalam Islam, hijrah bukan hanya perpindahan fisik, tetapi perubahan menyeluruh dalam keyakinan, akhlak, dan tujuan hidup. Salah satu kisah hijrah yang menggugah adalah perjalanan hidup Ustaz Yahya Waloni—seorang mantan pendeta, ketua sekolah tinggi teologi Kristen di Papua, yang akhirnya memeluk Islam dan menjadi dai aktif yang berdakwah hingga pelosok Nusantara.

Artikel ini mengulas kisah beliau dari sisi spiritual, sosial, dan edukatif agar menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ilmu, hidayah, dan keteguhan dalam iman.


Latar Belakang dan Pendidikan Teologi

Ustaz Yahya lahir dan besar di Manado, Sulawesi Utara, wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen. Sejak muda, ia dididik dalam tradisi dan kepercayaan Kristen Protestan. Karier keagamaannya cukup gemilang: beliau menjadi dosen, bahkan menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teologi Calvinis di Sorong, Papua. Pendidikan teologinya membuatnya mendalami kitab suci Kristen secara akademis.

Namun, perjalanan hidupnya mulai berubah ketika beliau mempelajari teologi perbandingan agama. Selama delapan tahun, beliau mempelajari agama Islam secara ilmiah: mulai dari konsep ketuhanan, syariat ibadah, hingga silsilah kenabian.


Ketertarikan pada Islam: Awal dari Pencarian Kebenaran

Ketertarikan Yahya Waloni terhadap Islam dimulai dari satu pertanyaan mendasar: “Apakah semua nabi memiliki ajaran yang sama?”

Dalam proses pencariannya, ia menemukan bahwa:

  • Al-Qur’an menjelaskan secara jelas tentang nabi-nabi terdahulu: Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW sebagai rangkaian satu misi ilahiyah.

  • QS Al-Baqarah:136 menyatakan bahwa umat Islam tidak membedakan para rasul Allah.

  • Yesus (Isa AS) disebut dalam Al-Qur’an sebagai nabi, bukan Tuhan, dan beliau pun beribadah kepada Allah serta bersujud.

Pencarian ini meyakinkannya bahwa Islam bukan agama baru, melainkan penyempurna dari ajaran nabi-nabi sebelumnya.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub, dan anak cucunya, serta kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.’” (QS Al-Baqarah: 136)


Pengalaman Spiritual: Pertemuan Ghaib dan Mimpi Ajaib

Yang menarik dari kisah hijrah Ustaz Yahya adalah pengalaman-pengalaman spiritual yang menyertai proses keputusannya masuk Islam. Salah satunya adalah pertemuan misterius dengan seorang penjual ikan yang tak dikenal siapa pun di kampungnya. Sosok ini menyampaikan pesan-pesan Islam dengan sangat menyentuh, lalu menghilang begitu saja.

Selain itu, beliau juga bermimpi melihat kapal besar yang dinaiki oleh orang-orang bernama “Nasir”, yang berarti “pertolongan”. Mimpi ini, bersama pengalaman-pengalaman lainnya, meyakinkan hatinya bahwa Allah tengah membimbingnya menuju kebenaran.


Syahadat dan Ujian Awal

Ustaz Yahya akhirnya memutuskan untuk masuk Islam pada 17 Ramadan 1427 H (11 Oktober 2006) di hadapan Kiai Komaruddin Shofa, ulama Tebu Ireng. Keputusan ini tidak disambut baik oleh lingkungan lamanya. Ia dituduh sesat dan bahkan gila. Ketika pertama kali ingin ikut salat tarawih, ia ditolak karena belum dikenal sebagai Muslim.

Selain tekanan sosial, ia juga menjalani sunat pada usia dewasa, yang secara medis dan mental cukup berat. Tapi ujian itu tidak membuatnya mundur. Ia belajar membaca Al-Fatihah, belajar wudhu, arah kiblat, dan menjadi imam keluarga. Semuanya ia lakukan dengan semangat tinggi.

“Saya rasakan ketenangan luar biasa saat pertama kali salat. Seperti dinaungi cahaya yang tidak terlihat oleh mata, tapi dirasakan oleh hati.”


Perjalanan Dakwah ke Pelosok Negeri

Setelah memeluk Islam, Ustaz Yahya aktif berdakwah di berbagai daerah. Ia tak hanya berdakwah di kota besar, tapi juga menjangkau pelosok negeri:

  • Di Kalimantan Tengah, ia masuk ke pedalaman Manismata dan mengislamkan kepala suku Dayak.

  • Di Sumatera Utara, satu kampung berpindah keyakinan setelah dakwah beliau.

  • Di Sulawesi dan Papua, beliau berdialog dengan komunitas Kristen secara ilmiah dan terbuka.

Dakwahnya dikenal berani dan tegas. Ia tidak ragu menyampaikan kebenaran, namun tetap mengajak dengan bijak. Prinsipnya jelas: dakwah dengan ilmu, bukan dengan emosi.


Spiritualitas Islam: Kedamaian dan Ketegasan

Menurut beliau, Islam memberikan kedamaian spiritual yang tidak pernah ia temukan sebelumnya. Ibadah salat, puasa Ramadan, dan zikir adalah bentuk-bentuk ibadah yang menghilangkan keduniawian dan menenangkan jiwa.

Ia menekankan bahwa:

  • Islam itu ilmiah dan logis.

  • Islam mengajarkan prinsip: hitam adalah hitam, putih adalah putih.

  • Seorang Muslim harus asyidda’ ‘alal kuffar (tegas dalam prinsip, bukan keras dalam sikap).

“Menjadi Muslim itu bukan sekadar identitas, tapi juga pembuktian melalui sikap dan keberanian menyuarakan kebenaran.”


Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Ustaz Yahya Waloni mengajarkan kepada kita bahwa:

  1. Hidayah datang kepada siapa saja yang mencari dengan sungguh-sungguh.

  2. Ilmu adalah pintu utama menuju iman yang kokoh.

  3. Islam adalah agama rasional sekaligus spiritual.

  4. Dakwah harus dilakukan dengan keberanian, tapi juga dengan kasih dan hikmah.

  5. Setiap Muslim harus tegas terhadap prinsip, namun tetap santun kepada sesama.


Penutup

Kisah hijrah Ustaz Yahya Waloni adalah kisah tentang keberanian, pencarian kebenaran, dan transformasi diri. Dari seorang pendeta yang dihormati, beliau memilih untuk meninggalkan semua demi keyakinan baru yang ia yakini berasal dari Tuhan yang Esa.

“Ketika seseorang menemukan kebenaran, dunia yang luas menjadi kecil, dan jalan hidupnya menjadi satu: jalan menuju ridha Allah.”

Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk terus mencari ilmu, memperkuat iman, dan menjaga akhlak dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim yang kaffah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *