Beranda / Liputan Khusus A / Ikateksi Undip Tinjau Kesiapan Jalan Tol Trans-Sumatera untuk Mudik Lebaran 2025

Ikateksi Undip Tinjau Kesiapan Jalan Tol Trans-Sumatera untuk Mudik Lebaran 2025

Palembang  – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Ikateksi Undip) melakukan inspeksi langsung ke Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Perjalanan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan infrastruktur, memastikan kelancaran operasional, serta memberikan rekomendasi bagi Hutama Karya selaku pengelola tol.

Kegiatan bertajuk “Ikateksi Undip Goes to JTTS” ini berlangsung pada 26-27 Februari 2025 dan dipimpin langsung oleh Koentjoro, Direktur Hutama Karya. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi dengan Hutama Karya serta vendor mitra yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Perjalanan dari Jakarta ke Palembang

Perjalanan dimulai pada 6 Maret 2025 dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Bakauheni, Lampung. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan melewati Tol Bakauheni – Terbanggi Besar – Kayu Agung.

Sepanjang perjalanan, peserta meninjau kondisi jalan tol, fasilitas rest area, serta kesiapan layanan bagi pemudik. Salah satu fokus utama adalah dampak kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) terhadap daya tahan jalan.

“Persiapan arus mudik bukan hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga ketahanan infrastruktur. Masukan dari para alumni teknik sipil sangat penting untuk evaluasi dan peningkatan ke depan,” ujar Koentjoro.

Rombongan tiba di Palembang pada sore hari dan disambut dengan sesi diskusi sebelum makan malam di Restoran Riverside. Setelah itu, peserta beristirahat untuk melanjutkan agenda keesokan harinya.

Membahas Solusi untuk Pengelolaan Tol

Pada 7 Maret 2025, perjalanan dilanjutkan dari Palembang ke Prabumulih melalui Tol Indralaya – Prabumulih. Peserta berhenti di beberapa lokasi strategis untuk meninjau proyek perbaikan dan pemeliharaan jalan tol yang sedang berlangsung.

Salah satu titik utama kunjungan adalah Proyek Junction Palembang, yang menjadi persimpangan penting beberapa ruas tol di Sumatera Selatan. Diskusi dengan tim teknis membahas tantangan pembangunan, strategi pemeliharaan, serta inovasi dalam pengelolaan jalan tol.

“Kami ingin memberikan rekomendasi berbasis keilmuan tentang bagaimana tol bisa lebih efisien dan aman bagi pengguna, terutama saat arus mudik,” ujar salah satu perwakilan Ikateksi Undip.

Setelah kunjungan di Prabumulih, rombongan kembali ke Palembang untuk sesi evaluasi dan penyampaian rekomendasi kepada Hutama Karya.

Sinergi Akademisi dan Industri untuk Infrastruktur Lebih Baik

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan studi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat citra positif Hutama Karya dan vendor mitra sebagai pilar utama dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Dengan melibatkan akademisi dan praktisi, kami berharap Jalan Tol Trans-Sumatera dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Koentjoro.

Kegiatan “Ikateksi Undip Goes to JTTS” diharapkan menjadi agenda rutin untuk meningkatkan sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *