Beranda / Profil A / Dyah Adi Sriwahyuni: Merajut Ekosistem Pengetahuan, Menjembatani Akademisi dan Kebijakan Publik

Dyah Adi Sriwahyuni: Merajut Ekosistem Pengetahuan, Menjembatani Akademisi dan Kebijakan Publik

Membangun Fondasi Pengetahuan yang Berdampak

Dalam dunia yang terus berubah, pengetahuan bukan hanya sekadar kumpulan informasi, tetapi aset strategis yang harus dikelola dengan cermat. Inilah prinsip yang dipegang teguh oleh Dyah Adi Sriwahyuni, seorang peneliti doktoral di Queen Mary University of London yang mendalami Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dan Teori Institusional.

Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Dyah melihat secara langsung bagaimana pemanfaatan pengetahuan yang efektif dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan, memperkuat kebijakan publik, dan mendorong inovasi berbasis data. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk mendalami institutional work dalam implementasi knowledge management di sektor publik sebagai fokus penelitiannya saat ini.

Pada 13 Februari 2025, Dyah telah berbagi pemikirannya dalam Insight Sharing Experience bersama KMSI TV, dengan topik “Manajemen Pengetahuan Berbasis Komunitas Perhimpunan Pelajar”. Melalui sesi ini, ia membedah bagaimana komunitas akademik dan profesional dapat menjadi pusat inovasi pengetahuan yang dinamis, berkelanjutan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Dari Akademisi ke Dunia Praktis: Jembatan antara Teori dan Implementasi

Perjalanan akademik Dyah dimulai dari Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar Sarjana Ekonomi. Ketertarikannya pada kebijakan publik dan perpajakan internasional membawanya melanjutkan studi ke University of Canberra, Australia, hingga akhirnya menempuh program doktoral di Queen Mary University of London.

Berbekal keilmuan dan pengalaman praktik di Direktorat Jenderal Pajak, Dyah memahami bahwa pengetahuan yang hanya disimpan dalam dokumen dan database tidak akan berdampak jika tidak dikelola dengan baik. Ia menyoroti pentingnya knowledge management dalam birokrasi, memastikan bahwa kebijakan yang diambil berbasis data dan pengalaman kolektif, bukan sekadar keputusan birokratis yang terisolasi.

Sebagai seorang akademisi, Dyah aktif dalam berbagai organisasi yang berupaya membangun sistem berbasis pengetahuan bagi komunitas akademik dan diaspora Indonesia, di antaranya:

  • Head of Knowledge Management Department di DOCTRINE-UK (2023)
  • Managing Director di Indonesian Tax Centre in the UK (Intact UK) (2022)
  • Vice Chairwoman di Intact UK (2021)
  • Anggota Divisi Manajemen Pengetahuan di Departemen Riset dan Kajian Strategis, PPI UK (2021)

Melalui peran-perannya ini, Dyah tidak hanya meneliti bagaimana knowledge management dapat diterapkan dalam organisasi, tetapi juga membentuk komunitas yang mempraktikkan budaya berbagi pengetahuan untuk kepentingan kolektif.

Mentransformasikan Pengetahuan menjadi Aksi Nyata

Di dunia akademik, Dyah dikenal sebagai sosok yang membawa teori ke dalam ruang kebijakan dan implementasi. Fokus penelitiannya mencakup:

  • Manajemen Pengetahuan di Sektor Publik – bagaimana pemerintah dapat lebih efektif dalam mengelola dan menggunakan data serta informasi untuk pengambilan keputusan.
  • Teori Institusional – bagaimana praktik knowledge management dapat diadopsi dan diadaptasi oleh institusi pemerintahan maupun organisasi global.
  • Kebijakan Perpajakan dan Tata Kelola Publik – bagaimana reformasi sistem perpajakan dapat berbasis inovasi dan teknologi.

Sebagai seorang penulis dan akademisi, Dyah telah menerbitkan berbagai karya ilmiah dan artikel populer, termasuk:

  • “Pembangunan Basis Data Pelajar Sebagai Fondasi Dasar Pelayanan PPI UK” (2021)
  • “Mengenal PUSTAKA Lebih Dekat: Sebuah Platform Sistem Manajemen Pengetahuan PPI UK” (2021)
  • “Perempuan dalam Rezim Perpajakan Indonesia” (2021)

Tidak hanya menulis, Dyah juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum akademik dan profesional, seperti:

  • Diskusi finalisasi penerapan Knowledge Management di Bappeda Provinsi NTB (2022)
  • Seminar “Research and Knowledge Creation in A Time of Crisis” oleh PPI UK (2021)
  • Inspirational Talk “Indonesian Society in Wales: Perempuan Kartini Masa Kini” (2021)
  • “Creating Impact as A Multi-Role Woman” (2023)

Melalui pemikirannya, Dyah berusaha menjawab pertanyaan besar: bagaimana memastikan pengetahuan yang telah dikumpulkan dapat diakses dan diterapkan oleh berbagai pihak, dari akademisi hingga pengambil kebijakan?

Manajemen Pengetahuan dalam Komunitas: Sebuah Model untuk Masa Depan

Pada 13 Februari 2025, Dyah telah mengisi sesi Insight Sharing Experience bersama KMSI TV, membahas bagaimana komunitas akademik, khususnya perhimpunan pelajar, dapat menjadi pusat inovasi pengetahuan yang berkelanjutan.

Ia membagikan strategi dan pengalaman dalam membangun jaringan pengetahuan, termasuk:

  • Bagaimana komunitas akademik dapat mengelola informasi secara kolektif?
  • Apa tantangan utama dalam mengembangkan knowledge-sharing culture?
  • Bagaimana teknologi dapat mendukung proses berbagi dan akumulasi pengetahuan dalam komunitas?

Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis praktik, Dyah menekankan bahwa perhimpunan pelajar tidak hanya tempat berkumpul, tetapi juga harus menjadi ekosistem pembelajaran yang dinamis, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan di Indonesia dan global.

Masa Depan: Menuju Ekosistem Pengetahuan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Dalam setiap langkahnya, Dyah Adi Sriwahyuni berkomitmen untuk:

  • Mengembangkan ekosistem knowledge management yang lebih inklusif, dari akademisi hingga kebijakan publik.
  • Mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pengetahuan di sektor publik dan komunitas profesional.
  • Membangun jaringan global yang mendukung praktik berbagi dan pemanfaatan pengetahuan secara kolektif.

Dengan pengalaman akademik, profesional, dan sosialnya, Dyah tidak hanya menjadi akademisi yang memahami teori, tetapi juga praktisi yang membawa perubahan nyata melalui pengelolaan pengetahuan yang strategis.

Dari dunia akademik hingga pemerintahan, dari kebijakan perpajakan hingga pemberdayaan komunitas, Dyah terus menginspirasi dan membuka jalan bagi manajemen pengetahuan yang lebih inklusif, strategis, dan berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *