Nasehat tentang Adab kepada Orang Tua
Oleh: Seorang Ayah/ Mama yang Ingin Menjadi Doa yang Tak Pernah Padam
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada ibu bapaknya…”. (QS Al-Ahqaf: 15)
Anak-anakku yang Allah titipkan kepada kami dengan segala cinta dan harap…
Hari ini, Ayah tak ingin bicara banyak. Hanya ingin menuliskan sesuatu dari hati ke hati, dari orang tua kepada anak-anaknya. Semua anak-anak Ayah dan Mama. Menantu juga merupakan anak-anak kami.
Sebuah pesan yang mungkin kelak akan kalian baca ulang saat jauh, saat sibuk, atau saat usia kami sudah tak kuat lagi berkata.
Pesan ini tentang adab kepada orang tua. Bukan karena kami haus penghormatan, tapi karena ini bagian dari jalan hidup yang Allah tetapkan bagi seorang anak yang ingin hidupnya tenang dan penuh berkah.
1. Jangan Meninggikan Suara
Kami paham, kadang kami mungkin salah ucap, atau terlalu banyak menasihati. Tapi saat kamu meninggikan suara—walau tidak marah—rasanya seperti petir menyambar kelembutan hati kami.
“Jangan berkata ‘ah’ kepada orang tuamu, dan jangan membentak mereka…”. (QS Al-Isra: 23)
Rendahkan suaramu saat bicara kepada kami. Tidak karena kami lebih hebat, tapi karena kami lebih tua, dan karena Allah memerintahkanmu begitu. Di situlah berkahmu disimpan.
2. Jangan Mendahului dalam Berkata
Ketika kamu terburu-buru menjawab, menyela pembicaraan, atau merasa tahu lebih banyak dari kami, rasanya seperti air terputus alirannya.
Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu menolak menjawab pertanyaan karena ada orang yang lebih tua darinya, meskipun itu bukan orang tuanya.
Tunggulah sebentar. Dengarkan dulu. Biarkan kami bicara sampai selesai. Karena kadang, kami hanya butuh didengar, bukan disanggah.
3. Taat Selama Kami Tidak Memerintahkan yang Salah
Kami tak ingin kamu jadi anak yang patuh buta. Justru kami ingin kamu cerdas dan tahu batas. Tapi, jika apa yang kami katakan tidak bertentangan dengan syariat Allah dan akal sehat, maka ikutilah dengan baik.
“Tidak ada ketaatan dalam hal maksiat kepada Allah. Ketaatan hanya dalam perkara yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Taatlah selagi itu benar, dan berikan kami ruang untuk merasa dihargai.
4. Jaga Sopan Santun dalam Sikap Fisik
Adab bukan hanya ucapan, tapi juga tubuh dan sikap.
Ketika kami berdiri, jangan santai duduk dan membiarkan kami repot. Ketika kami masuk ke ruangmu, jangan tetap menunduk ke layar tanpa menoleh.
Nabi SAW berdiri menyambut Fatimah, putrinya, sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan. (HR. Tirmidzi)
Kami tidak menuntut perlakuan khusus. Tapi ingatlah, sopan santun kecil adalah cara kalian menunjukkan besar cintamu.
5. Doakan Kami, Bahkan Saat Kami Tak Minta
Kami tidak meminta pujian. Tapi setiap doa darimu adalah harapan yang selalu kami gantungkan kepada langit.
“Ya Allah, sayangilah kedua orang tuaku, sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku kecil…”. (QS Al-Isra’: 24)
Doamu akan menjadi cahaya kubur kami jika kelak kami tiada. Maka mohon, jangan lupa sempatkan walau satu kalimat untuk kami di setiap sujudmu.
6. Jaga Silaturahmi Walau Kamu Sudah Berkeluarga
Kami paham kamu sibuk. Tapi jangan pernah terlalu sibuk hingga lupa menyapa kami, menengok kami, atau sekadar menanyakan kabar.
Rasulullah SAW memerintahkan Asma’ binti Abu Bakar untuk tetap menyambung silaturahmi dengan ibunya yang non-Muslim. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika silaturahmi dengan orang tua non-Muslim harus dijaga, apalagi kami, orang tuamu sendiri?
Penutup: Adab yang Menjadi Jalan Berkah
Anakku…
Mungkin tulisan ini kamu baca di masa kami sudah tua, atau saat kami tidak banyak bicara lagi. Tapi selama Allah masih beri kita waktu, jagalah adab ini dalam hatimu dan perbuatanmu.
-
Bukan karena kami sempurna.
-
Bukan karena kami selalu benar.
-
Tapi karena kami adalah bagian dari hidupmu yang tidak akan pernah ingin menyakitimu.
Ingatlah, adabmu kepada kami bukan hanya tentang hubungan keluarga, tapi juga tentang hubunganmu dengan Allah.
“Surga berada di bawah telapak kaki ibu, dan ridhanya Allah tergantung pada ridha ayah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)
Semoga Allah membimbingmu menjadi anak yang saleh, berakhlak mulia, dan dirindukan bumi serta langit.
Dengan cinta yang tidak pernah habis,
Ayah & Mama








