Pendahuluan
Dalam hidup yang serba sibuk seperti sekarang, tak jarang kita lupa menyapa saudara, sepupu, paman, bibi, bahkan kakek dan nenek kita sendiri. Kita terjebak dalam rutinitas harian, sampai-sampai jarang menengok keluarga besar yang dulu begitu dekat. Padahal, dalam Islam, silaturahmi bukan sekadar anjuran. Ia adalah ibadah, sekaligus sumber keberkahan hidup.
Silaturahmi adalah jembatan hati yang menghubungkan kita dengan keluarga. Bukan hanya menambah cinta dan kasih sayang, tapi juga mendatangkan rezeki, memanjangkan umur, dan membuka pintu surga. Mari kita renungkan bersama betapa penting dan indahnya menjaga silaturahmi dalam keluarga besar.

Apa Itu Silaturahmi?
Silaturahmi berasal dari kata shilah yang berarti hubungan, dan rahim yang bermakna kasih sayang atau rahim (kandungan ibu). Maka, silaturahmi bisa diartikan sebagai menjaga dan merawat hubungan kasih sayang, khususnya dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah atau keluarga.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Bayangkan, hanya dengan menyambung hubungan baik dengan keluarga, Allah beri dua hal luar biasa: rezeki yang luas dan umur yang panjang. Siapa yang tidak mau?
Mengapa Silaturahmi Keluarga Besar Itu Penting?
- Menguatkan Identitas dan Akar Keluarga Saat kita rutin bersilaturahmi, kita belajar mengenal siapa keluarga kita. Kita tahu siapa paman kita, siapa sepupu dari jalur ibu, siapa cucu dari kakek buyut. Ini bukan hanya soal nama, tapi juga sejarah. Kita belajar menghargai asal-usul kita.
- Menumbuhkan Kasih Sayang Ketika kita sering bertemu, saling sapa, dan berbagi cerita, tumbuhlah cinta dan kepedulian. Anak-anak kita pun akan tumbuh dalam suasana hangat, merasa punya banyak pelindung dan teman dalam keluarga.
- Menjadi Jaringan Sosial yang Kuat Keluarga besar itu seperti jejaring pertolongan. Saat ada yang sakit, terkena musibah, atau butuh bantuan, keluarga besar bisa jadi support system utama. Baik secara moral, spiritual, bahkan finansial.
- Melatih Anak-anak Mencintai Keluarga Silaturahmi bukan hanya untuk orang tua. Anak-anak juga perlu diajak dan dilatih. Mereka belajar sopan santun, adab bertamu, dan belajar bergaul dengan berbagai usia.
Bagaimana Cara Menjaga Silaturahmi di Zaman Sekarang?
- Gunakan Teknologi dengan Bijak Zaman sekarang, tidak perlu menunggu Lebaran untuk bersilaturahmi. WhatsApp, video call, atau grup keluarga bisa menjadi sarana menyambung hati. Sekadar menyapa, menanyakan kabar, atau berbagi cerita sudah sangat berarti.
- Jadwalkan Pertemuan Rutin Cobalah buat agenda pertemuan keluarga besar, minimal setahun sekali. Bisa saat libur lebaran, libur sekolah, atau acara tasyakuran. Tidak harus mewah, yang penting berkumpul.
- Berbagi Rezeki dan Kebaikan Saat kita mendapat rezeki lebih, jangan lupa berbagi dengan keluarga. Bisa dalam bentuk makanan, hadiah, atau bantuan lain. Hal kecil seperti mengirim makanan ke rumah paman pun bisa menguatkan ikatan hati.
- Jaga Komunikasi yang Baik Hindari debat yang tidak perlu dalam grup keluarga. Jika ada perbedaan pendapat, selesaikan dengan kepala dingin. Jangan biarkan ego menghancurkan silaturahmi yang telah dibangun.
Tantangan Silaturahmi & Cara Mengatasinya
Tak bisa dipungkiri, menjaga silaturahmi juga ada tantangannya. Kadang kita berbeda pendapat, ada konflik warisan, atau sekadar merasa “nggak nyambung” dengan saudara tertentu.
Namun ingatlah, silaturahmi itu bukan tentang siapa yang benar, tapi tentang siapa yang mau lebih dulu mengulurkan tangan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bukanlah orang yang menyambung silaturahmi itu orang yang membalas kunjungan, tetapi orang yang menyambung silaturahmi adalah yang menyambung hubungan ketika ia telah diputus.” (HR. Bukhari)
Jika ada anggota keluarga yang menjauh, mari kita yang lebih dulu menyapa. Minta maaf meski bukan kita yang salah. Karena yang kita cari bukan kemenangan ego, tapi ridha Allah SWT.
Penutup: Mari Mulai dari Hal Kecil
Sahabat dan keluarga tercinta,
Silaturahmi itu bukan soal jarak atau biaya, tapi soal niat dan cinta. Mulailah dari hal kecil. Kirim pesan “apa kabar?”, kirim foto keluarga lama, atau doakan nama-nama saudara kita dalam sujud kita. Allah Maha Tahu setiap usaha kita, sekecil apa pun itu.
Mari jadikan keluarga besar kita bukan hanya kumpulan nama dalam silsilah, tapi jaringan kasih sayang yang hidup dan nyata. Di situlah letak keberkahan. Di sanalah cinta Allah mengalir.
Semoga dengan menjaga silaturahmi, Allah memberkahi keluarga kita, meluaskan rezeki, memanjangkan usia, dan mempertemukan kita kembali di surga-Nya kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🌺
Ditulis dengan cinta, untuk keluarga yang penuh berkah.
Parompong, 27 Juli 2025
Doa Penutup Pertemuan Keluarga
Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang telah mempertemukan kami dalam suasana kasih dan kekeluargaan. Terima kasih atas nikmat sehat, nikmat waktu, dan nikmat kebersamaan yang tak ternilai ini.
Ya Allah, jadikan pertemuan ini penuh berkah dan cinta, dan jangan Engkau jadikan perpisahan kami setelah ini sebagai perpisahan yang terakhir. Satukan hati kami dalam kebaikan, eratkan silaturahmi kami dalam iman, dan kuatkan langkah kami dalam saling mendukung dan mendoakan satu sama lain.
Ya Allah, antarkan kami semua kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, sehat, dan bahagia. Lindungilah perjalanan kami, hindarkan dari segala marabahaya, dan sampaikan kami ke tujuan dengan aman dan tenteram.
Ya Allah, limpahkanlah kepada setiap anggota keluarga kami: Rezeki yang halal dan berkah,, Kesehatan yang paripurna, Kebahagiaan lahir dan batin, dan Dan kesuksesan di dunia maupun akhirat.
Ya Allah, bila di antara kami ada yang sedang sakit—sembuhkanlah. Yang sedang kesulitan—mudahkanlah. Yang sedang bersedih—hiburlah hatinya dengan rahmat-Mu. Dan yang sedang berjuang dalam hidup—kuatkanlah langkahnya dan berikan jalan keluar terbaik.
Ya Allah, jadikan keluarga kami keluarga yang saling mencintai karena-Mu, saling menguatkan dalam iman, dan saling membimbing menuju ridha-Mu.
Ya Allah, akhiri hidup kami dalam husnul khatimah, dan kumpulkan kami kelak di surga-Mu, bersama orang-orang yang Engkau cintai.
Aamiin ya Rabbal ’aalamiin.
