🌙 Malam Ketujuh Ramadhan: Menghidupkan Hati dengan Istighfar dan Taubat

Khazanah

Malam ketujuh Ramadhan telah tiba. Semakin malam-malam ini berjalan, semakin hamba merenungi seberapa banyak dosa yang telah menumpuk selama ini.

Ramadhan adalah bulan pengampunan, bulan di mana Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya. Namun, hamba bertanya dalam hati, “Sudahkah aku benar-benar meminta ampun kepada Allah dengan tulus?”

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Beruntunglah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan lalu dosanya diampuni.” – (HR. Ahmad)

Betapa ruginya jika Ramadhan berlalu, tetapi dosa-dosa masih tetap menempel dalam hati. Hamba tidak ingin termasuk orang yang keluar dari Ramadhan tanpa perubahan.

Tadabur Al-Qur’an: QS. Az-Zumar Ayat 53

Malam ini, hamba membaca firman Allah dalam QS. Az-Zumar: 53:

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”

Allah tidak peduli seberapa banyak dosa yang telah dilakukan, selama hamba mau kembali dan bertaubat. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada-Nya.

Refleksi Malam Ketujuh Ramadhan

  • Apakah aku telah menjadikan istighfar sebagai kebiasaan, atau hanya sekadar ucapan tanpa penghayatan?
  • Apakah aku benar-benar merasa menyesal atas dosa yang telah lalu?
  • Bagaimana aku bisa menjadikan taubat sebagai amalan harian, bukan hanya saat Ramadhan?

Saat sujud panjang di akhir tarawih, hamba merasa bahwa tidak ada tempat kembali selain Allah. Dosa sebanyak apa pun, Allah tetap membuka pintu ampunan-Nya.

  • Istighfar bukan hanya sekadar lafaz, tetapi kesadaran bahwa kita selalu membutuhkan Allah.
  • Taubat bukan hanya tentang penyesalan, tetapi juga komitmen untuk berubah.
  • Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati, bukan hanya dari makanan yang membatalkan puasa, tetapi juga dari dosa yang mengotori jiwa.

Maka, malam ini hamba berdoa:

Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, maka ampunilah dosa-dosa hamba yang telah lalu.

Ya Allah, jadikan istighfar bukan hanya ucapan, tetapi doa yang keluar dari hati yang benar-benar menyesal.

Ya Allah, jika Engkau telah membuka pintu taubat untukku, maka jangan biarkan aku lalai dan kembali kepada kesalahan.

Aamiin YRA

Ramadhan adalah bulan kembali kepada Allah. Semoga malam ini menjadi awal dari hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih dekat kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *