🌙 Malam Ketiga Ramadhan: Menghidupkan Hati dengan Al-Qur’an

Khazanah

Pendahuluan

Malam ketiga Ramadhan telah tiba. Keheningan malam ini membawa saya dalam perenungan yang lebih dalam. Jika Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, maka sudah sejauh mana hati ini terhubung dengan kalam Allah?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya.’ Al-Qur’an berkata: ‘Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya.’ Maka keduanya diberi izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Saya merenung… seberapa sering diri ini membaca Al-Qur’an di luar Ramadhan? Ataukah selama ini Al-Qur’an hanya tersentuh ketika bulan ini tiba?

Tadabur Al-Qur’an: QS. Al-Baqarah Ayat 185

Malam ini, saya membaca firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 185:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

Dari ayat ini, saya semakin memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi petunjuk hidup. Jika Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, maka bulan ini seharusnya menjadi momentum untuk lebih mendekat kepada kitab suci ini.

Refleksi Malam Ketiga Ramadhan

✅ Apakah selama ini aku membaca Al-Qur’an hanya untuk mengejar khatam, atau benar-benar merenungi maknanya?

✅ Apakah aku menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup, atau sekadar bacaan musiman?

✅ Bagaimana agar hati ini lebih dekat dengan Al-Qur’an, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun?

Saat tilawah berlangsung di masjid, lantunan ayat-ayat suci terdengar begitu menenangkan. Ada getaran dalam hati yang mungkin lama tidak terasa.

Saya menyadari bahwa hati yang jauh dari Al-Qur’an akan terasa kering. Seperti tanah yang gersang tanpa hujan. Ramadhan ini, hamba ingin menghidupkan kembali hati dengan firman Allah.

Maka, malam ini saya berdoa:

Ya Allah, jadikan hati ini lembut dengan Al-Qur’an. Jangan biarkan hamba menjadi orang yang membacanya tanpa memahami dan mengamalkannya.

Ya Allah, berikanlah keistiqamahan untuk selalu dekat dengan kitab suci-Mu, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hidup ini.

Ya Allah, jadikan Al-Qur’an cahaya dalam hidup hamba, petunjuk dalam setiap langkah, dan penyembuh bagi hati yang lalai.  Aamiin YRA

Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan. Sudahkah hati ini benar-benar menerima cahaya petunjuk-Nya?

Malam ketiga ini, saya berjanji untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *