Pendahuluan
Malam keenam Ramadhan telah tiba. Semakin dalam perjalanan ini, semakin hamba menyadari betapa banyak nikmat Allah yang sering dilupakan.
Sejak fajar menyingsing hingga matahari terbenam, Allah memberi kesempatan untuk merasakan haus dan lapar, sesuatu yang sehari-hari sering dianggap biasa. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki makanan, rasa lapar adalah teman sejati, bukan sekadar ujian sesaat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam hal dunia), dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.”- (HR. Bukhari dan Muslim)
Sungguh, seberapa sering hati ini mengeluh, tanpa menyadari betapa banyak nikmat yang telah diberikan?
Tadabur Al-Qur’an: QS. Ibrahim Ayat 7
Malam ini, hamba membaca firman Allah dalam QS. Ibrahim: 7:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’”
Subhanallah… syukur bukan hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah,’ tetapi benar-benar menyadari bahwa segala yang dimiliki adalah pemberian Allah.
Refleksi Malam Keenam Ramadhan
- Apakah selama ini aku benar-benar bersyukur atas makanan, kesehatan, dan kehidupan yang Allah berikan?
- Apakah aku sering lebih fokus pada hal-hal yang kurang, dibanding nikmat yang sudah ada?
- Bagaimana cara agar Ramadhan ini bisa menjadi latihan untuk lebih banyak bersyukur?
Saat duduk setelah tarawih, hamba menyadari bahwa mensyukuri nikmat bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan.
- Bersyukur dengan lisan: Mengucapkan ‘Alhamdulillah’ dengan penuh kesadaran.
- Bersyukur dengan hati: Merasakan ketenangan karena yakin bahwa semua yang Allah berikan adalah yang terbaik.
- Bersyukur dengan amal: Menggunakan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah, berbagi dengan sesama, dan tidak menyia-nyiakan waktu.
Maka, malam ini saya berdoa:
Ya Allah, jadikan hati ini lebih banyak bersyukur, bukan hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang hidup ini.
Ya Allah, jauhkan hamba dari keluhan dan perasaan tidak cukup, karena Engkau telah memberikan lebih dari yang pantas hamba terima.
Ya Allah, jika syukur adalah jalan untuk mendekat kepada-Mu, maka bimbinglah hamba agar selalu melihat nikmat-Mu dalam setiap hal.
Aamiin YRA
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menyadari betapa banyaknya nikmat Allah yang sering diabaikan. Semoga malam ini menjadi pengingat untuk lebih mensyukuri setiap detik yang telah Allah berikan.
